Rahasia Membuat Butter Type Cake


Mengapa metode pembuatan cake berbeda-beda? 
Ada yang telurnya dikocok sampai mengembang lalu margarinnya dilelehkan (disebut metode sponge cake ) dan ada juga yang menteganya dikocok lalu telur dimasukkan satu persatu sambil dikocok bersama margarine/mentega ( namanya butter type cake ).Ada juga metode kombinasi.Gabungan kedua teknik tersebut.Margarine/mentega dikocok,telurpun dikocok.Untuk saat ini kita coba mendalami butter type cake.
Butter type cake yang pertama adalah pound cake.Karena dibuat dari bahan yang masing- masing jumlahnya seperempat kilogram. Pound cake boleh dibilang metode pembuatan butter cake yang paling tua.makanya disebut mother of buttertype cake.
Cake yang dibuat dengan cara butter type cake menggunakan margarin lebih banyak ketimbang sponge cake.misal untuk 6 telur pada butter type cake bisa menggunakan 200-250 gram margarin/mentega.Sementara sponge cake,untuk jumlah telur yang sama,penggunaan margarin hanya 100-150 gram.
Kebutuhan bahan yang lain nyaris tak berbeda dengan kebutuhan cake pada metode sponge cake. Yakni gula (gula pasir,gula palem,atau gula merah),tepung (terigu,sagu,maizena,tepung beras atau tepung ketan), dan margarin/mentega.Ini bahan standar/dasar.Selebihnya bahan yang ditambahkan kedalamnya hanya untuk menciptakan variasi cake.
Bahan yang perlu dapat perhatian adalah gula.Gunakan gula yang butirannya halus atau kalau Anda tidak punya,blender dulu gula.Digunakan gula yang butirannyahalus supaya gula cepat hancur.
Pada pembuatan butter type cake,juga ditambhkan baking powder meski tidak menggunakan bahan dari golongan asam (ber-Ph asam)seperti buah buah yang asam dan coklat bubuk.
Baking powder perlu ditambahkan disini karena butter type cake cenderung menghasilkan cake yang teksturnya rapat..nah,baking powder berguna untuk merenggangkan pori-pori atau membuat teksturnya lebih kelihatan.Selain itu butter type cake agak padat rasanya.baking powder membuat cake sedikit lebih ringan.
Metode Pembuatan:
Proses pembuatan dimulai dengan mengocok margarin/mentega dan gula. Pengocokan dilakukan sampai margarin menjadi ringan,agak pucat,tetapi sampai krimi seperti membuat lapis legit atau lapis surabaya.
Dengan kecepatan tinggi,pengocokan dilakukan kira-kira sampai 7 menit.
Langkah kedua adalah memasukkan satu butir telur.Adonan kembali dikocok sampai telur menyatu.Tambahkan lagi satu butir telur.kocok lagi rata.Masukkan lagi 1 atau 2 sendok makan tepung.begitu seterusnya.sisa tepung dimasukkan terakhir,tetapi tidak dikocok hanya diaduk rata.
kalau bahan lainnya boleh ditambahkan kemudian.
Adonan kemudian dioven 180 derajat celcius selama 45-60 menit tergantung tinggi rendahnya cake.
Apa Yang Terjadi?
Apa yang terjadi kalau:
Pengocokan terlalu sebentar
Adonan menjadi pecah ketika dimasukkan telur.Akibatnya tekstur semakin rapat dan kue agak padat.
Akibat lainnya gula tidak hancur.Setelah kue matang,akan ada bercak-bercak.Dan kulit kue menjadi lebih gelap warnanya ketimbang kue yang dibuat dengan gula yang sudah halus.
Pemakaian tepung sedikit saja.
Akibatnya margarin lebih terasa hingga rasanya terlalu gurih.atau nek
Gula Terlalu kasar
pengocokan jadi lebih lama hingga adonan kembali pecah.Atau kalaupun adonan tidak dikocok sampai gula hancur,yang terjadipun sama.Adonan akan pecah begitu ditambahkan telur.
Oven Panas
Kue akan pecah permukaannya.makin panas makin pecah.Hingga kue tidak sempurna bentuknya.tetapi sebetulnya setelah kue pecah,pengembangan akan lebih sempurna karena panas oven bisa masuk kedalam kue.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Powered by Blogger
SELAMAT DATANG DI RESEP DAN ARTIKEL | DAPATKAN RESEP-RESEP MASAKAN MINUMAN KUE MAKANAN INDONESIA ASIA EROPA DAN ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK LAINNYA (di) sini (ANDA BISA PASANG IKLAN DI SINI) | TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA SALAM SUKSES SELALU GBU ALL