Tenanglah Hai Jiwaku

Mazmur 116:7

"Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu."



Stres sudah menjadi bagian hidup manusia sejak dulu. Terlebih sekarang ketika hidup terasa lebih berat. Beban pekerjaan, masalah-masalah kehidupan, krisis multi dimensi dan sebagainya bisa dengan mudah membuat kita stres. Persoalan bertimbun dan tidak kunjung selesai, belum lagi satu beres masalah berikutnya sudah muncul, bisa membuat kita depresi. Orang jahat ada di mana-mana. Perampok, pencopet, maling, penipu, dan orang-orang yang punya niat jahat lainnya bisa membuat jiwa kita resah. Biaya hidup melambung? Sulit keuangan? Terlilit hutang? Bingung mencukupi biaya sekolah anak? Semua itu pun bisa membuat jiwa tak tenang. Ada begitu banyak orang yang sulit tidur karena terlalu banyak pikiran, ada pula yang begitu bangun pagi sudah langsung diserang stres dan kekalutan. Jika kita biasakan stres merajalela dalam hidup kita, hal kecil dan sepele sekalipun bisa membuat kita stres. Jika dibiarkan, stres bisa membuat kita sakit bahkan membunuh kita.

Pengkotbah pernah menyatakan betapa pentingnya ketenangan jiwa dan pikiran dalam hidup ini, jauh lebih penting dari usaha mati-matian kita untuk memenuhi segala kebutuhan hidup yang bisa menjadi sia-sia jika kita melakukannya dengan jiwa yang tidak tenang. "Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin." (Pengkotbah 4:6). Setiap manusia, setiap saat, bisa bertemu dengan masalah. C'est la vie, kata orang Perancis. Itulah hidup. Tidak ada manusia yang tidak pernah berhadapan dengan masalah. Begitu pula anda dan saya. Life is never easy. Stres bisa menghampiri kita kapan saja. Tapi ingat, pilihan untuk memanjakan stres atau menolaknya ada di tangan kita. Amsal berkata "Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia. (For as he thinketh in his heart, so is he.)" (Amsal 23:7). Menyerah pada keadaan atau memilih untuk tersiksa oleh masalah, kita pun akan terbelenggu olehnya. Tapi jika kita memilih untuk menyerahkan segala perkara kepada Tuhan, Dia sanggup mengulurkan tanganNya, yang tidak pernah kurang panjang, untuk melepaskan kita, memberi kita kekuatan, memulihkan kita, menyegarkan dan memberikan ketenangan pada jiwa kita. Rasul Paulus berkata "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku." (Filipi 4:13). Atau dengarlah apa kata Nahum, "TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya" (Nahum 1:7). Tidak ada satupun yang tidak bisa dilakukan Tuhan, tiada yang mustahil bagiNya. (Lukas 1:37). Jika burung pipit saja ada dalam kehendak Bapa, apalagi kita yang begitu dikasihi dan istimewa bagiNya. Yesus dengan tegas berkata "Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit." (Matius 10:31). Dan ada begitu banyak lagi janji perlindungan Tuhan yang siap melepaskan kita dari kesesakan dan memberikan kita kelegaan, memulihkan kelelahan jiwa kita dan kembali menyegarkannya dengan damai sukacita berlimpah. Jika kita memilih untuk tidak tenggelam pada masalah dan penderitaan tapi memutuskan untuk memandang kepada Tuhan dalam keadaan apapun, disanalah kita bisa menyerukan seperti kata-kata Pemazmur: "Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu." (Mazmur 116:7). Dalam bahasa Inggris dikatakan "Return to your rest, O my soul, for the Lord has dealt bountifully with you." Kembalilah beristirahat hai jiwaku, karena Tuhan begitu murah hati, memberi dengan berlimpah-limpah segala sesuatunya kepadamu.

Bagaimana kita bisa mengatasi semua kekhawatiran, kegelisahan atau ketakutan yang meresahkan jiwa kita? Kita harus memiliki iman yang benar-benar kuat bertumpu dan berakar pada Kristus dalam diri kita. "Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih." (Efesus 3:16-17). Diam dan berakar dikatakan dengan dwell (settle down, abide, make His permanent home) dan rooted deep. Untuk memulainya, kita bisa lihat tipsnya dari kitab Roma: "Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus." (Roma 10:17). Mulailah peduli terhadap firman-firman Tuhan. Jika tubuh kita butuh makan agar tetap sehat dan kuat, demikian pula roh kita butuh makan, yaitu diisi dengan firman-firman Tuhan yang akan mampu menenangkan jiwa kita dari apapun bentuk masalah yang membuatnya resah. Yesus berkata: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." (Matius 4:4). Karena itu jagalah agar jangan sampai roh kita mengalami lapar dan dahaga, mengalami kekeringan sehingga jiwa kita menjadi gampang disusupi berbagai bentuk kegelisahan yang bisa mengancam hidup kita.

Apakah anda mengalami stres berat hari ini? Apakah anda merasa sulit tidur dan gelisah akibat beban pekerjaan atau masalah yang sepertinya tidak punya jalan keluar? Apakah anda merasa hampa, atau mulai kehilangan arah dan tujuan dalam hidup? Ini tanda-tanda bahwa roh anda mulai mengalami kekeringan. Oleh karena itu, isilah dengan firman Tuhan. Berakarlah dengan kuat dalam Kristus. Dwell and root deeply in Him! Dia akan memberi solusi dan kelegaan bagi anda. "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu." (Matius 11:28). Sadarilah bahwa masalah boleh saja datang, beban boleh berat, tapi kita tidak harus kehilangan sukacita karenanya, karena kita punya Allah yang luar biasa, yang mampu melakukan apapun, yang paling mustahil sekalipun, dan lebih dari itu, Dia ternyata begitu mengasihi kita. Raja Daud bisa merasakan itu dan berkata "Hanya pada Tuhan saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku." (Mazmur 62:6), dan dia pun bisa memerintahkan jiwanya untuk kembali tenang, sebab Tuhan telah berbuat baik pada jiwanya. (Mazmur 116:7). Teruslah isi diri kita dengan kebenaran, karena "di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya." (Yesaya 32:17). Mulailah tersenyum, kecaplah dan lihatlah bahwa Tuhan itu baik, dan ajak jiwa anda untuk kembali tenang. God is ready to give His blessings to you.

Let your soul finds its rest in God


Iri Hati

Yakobus 3:16

"Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat."



Rasa iri hati termasuk jenis perasaan negatif yang mudah menyerang manusia. Iri hati adalah sebuah perasaan tidak puas yang timbul akibat keuntungan atau kesuksesan yang diperoleh orang lain. Iri hati membuat orang merasa tidak nyaman ketika ada orang lain yang lebih darinya. Tampaknya sepele saja, karena ini mungkin kita alami sehari-hari, mungkin tanpa sadar kita rasakan. Iri hati bisa terlihat seolah-olah hanyalah sebuah ungkapan kekesalan sesaat yang alamiah, wajar, manusiawi dan tidak berbahaya. Mobilnya bagus? Itu pasti hasil korupsi. Rumah mewah? Sama. Bajunya bagus? Itu tandanya menyombongkan kekayaan. Seperti itulah manusia bisa dengan mudah menghakimi orang lain ketika mereka dipenuhi rasa iri. Cibiran dengan mudah dilayangkan hanya karena mereka terlihat lebih dari kita. Tampaknya biasa, tapi sesungguhnya iri hati ini sangatlah berbahaya, dan karenanya kita harus waspada. Iri hati adalah racun dari iblis yang mampu mengubah kasih menjadi kebencian, menghilangkan kasih dan akibatnya melumpuhkan iman dalam kehidupan kita.

Dalam kisah Daniel  kita melihat sisi dari para pejabat tinggi dan wakil raja yang iri kepadanya. Mereka iri melihat bagaimana Daniel tumbuh menjadi orang yang sukses dan berpengaruh karena diberkati Tuhan dengan berlimpah. "Daniel kan hanya orang buangan, kok ia malah lebih hebat dari kita. Itu tidak pantas!" begitulah kira-kira kata hati mereka. Rasa dengki atau iri yang ada pada diri mereka kemudian membuat mereka mulai berpikir untuk melakukan cara yang keji demi memuaskan rasa iri mereka. Lihatlah bagaimana akal busuk mereka kemudian. "Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apapun atau sesuatu kesalahan, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya." (Daniel 6:5). Perhatikanlah bahwa rasa iri hati yang tadinya biasa-biasa saja kemudian mengggerakkan para pejabat tinggi dan wakil raja untuk mulai memfitnah dan ingin mencelakakan orang. Tapi sulit bagi mereka untuk menemukan kesalahan karena Daniel hidup kudus dan bersih dengan disiplin penuh berdoa 3 kali sehari kepada Tuhan. Pola hidup Daniel inilah yang membuatnya diberkati secara luar biasa oleh Tuhan. Berhentikah mereka sampai disitu? Ternyata tidak. Rasa iri hati membuat mereka terus berpikir untuk mencelakakan Daniel. Dan akhirnya mereka pun menemukan caranya. "Kita tidak akan mendapat suatu alasan dakwaan terhadap Daniel ini, kecuali dalam hal ibadahnya kepada Allahnya!" (ay 6). Itulah yang mereka pakai dan Daniel pun harus ditangkap dan dilemparkan ke gua singa. "Habislah Daniel sekarang! Ia pasti mati dicabik-cabik dan dimakan singa-singa buas!" Seperti itu kira-kira perasaan mereka yang pasti diliputi rasa gembira yang membuncah. Tapi kita tahu bahwa yang terjadi tidak seperti itu. Daniel keluar dari gua singat itu sebagai pemenang secara ajaib. Ia tidak lecet sedikitpun. Mengapa? Alkitab mengatakan bahwa Allah telah mengutus malaikatNya untuk menutup mulut singa-singa itu, dan itu karena Tuhan memperhitungkan segala perilaku Daniel sebagai kebenaran. (ay 23). Orang jahat bisa berencana, tetapi sesungguhnya apa yang penting adalah memastikan bahwa kita berbuat hal yang benar di mata Tuhan. Lalu apa yang terjadi selanjutnya terhadap para pejabat dan wakil raja yang busuk hatinya itu?  Kita bisa melihat apa yang kemudian menjadi ganjaran. "Raja memberi perintah, lalu diambillah orang-orang yang telah menuduh Daniel dan mereka dilemparkan ke dalam gua singa, baik mereka maupun anak-anak dan isteri-isteri mereka. Belum lagi mereka sampai ke dasar gua itu, singa-singa itu telah menerkam mereka, bahkan meremukkan tulang-tulang mereka." (Daniel 6:25)

Dari sini kita bisa melihat betapa beratnya konsekuensi yang harus ditanggung sebagai akibat dari iri hati dan dengki. Oleh karena itu kita harus berhati-hati menjaga hati kita agar jangan sampai kita mudah iri terhadap keberhasilan orang lain. Ingatlah bahwa "apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya." (Galatia 6:7). Iri hati mungkin awalnya terlihat biasa, tetapi itu bisa menggerakkan kita untuk melakukan berbagai dosa yang sangat buruk di mata Tuhan. Dan hal itu sudah diingatkan Tuhan pula di dalam Alkitab. "Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat." (Yakobus 3:16). Artinya iri hati akan membuka pintu bagi iblis untuk masuk ke dalam kehidupan kita. Perbuatan jahat apa saja yang akan dibawa iblis melalui pintu yang terbuka ini? Banyak sekali, mulai dari "sekedar" cemburu, depresi hingga memancing manusia untuk melakukan pembunuhan. Pembunuhan bahkan merupakan akibat fatal yang diawali dari iri hati bahkan sudah terjadi pada awal-awal manusia diciptakan. Kita lihat apa yang terjadi ketika Kain merasa iri pada saudaranya Habel, bahwa korban persembahannya "kalah". Hatinya pun panas, dan Wajahnya muram. Apa kata Tuhan melihat Kain? Mari kita lihat ayat 7. Ini kata Tuhan: "Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya." Tuhan berkata: "Kain, dosa sudah mengintip di depan pintu." Tuhan sudah mengingatkan, tapi Kain tidak mengindahkan. Kita tahu apa yang terjadi kemudian. Kain menyerah pada roh jahat, dan berawal dari iri hati, ia membunuh adiknya (ay 8). Kemudian ada kisah anak-anak Yakub, yakni Yusuf dan saudara-saudaranya di kitab Kejadian 37. Mereka begitu iri pada Yusuf, sehingga mereka berpikir bahwa dengan menyingkirkan Yusuf, hidup mereka akan menjadi lebih baik. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Mereka bahkan harus pergi ke negeri lain agar tidak mati kelaparan. Bukan hanya dua contoh ini saja, ada banyak lagi kisah, akibat dan konsekuensi yang timbul berawal dari iri hati yang dicatat alkitab.

Mulanya cuma iri hati, tapi ketika sikap itu berkembang jauh menguasai hati kita, maka ada banyak dosa yang mengintip, membuat kita buta dan berbuat sesuatu yang bisa fatal akibatnya yang hanya akan kita sesali kelak di kemudian hari. Iri hati jelas adalah masalah yang serius, yang harus kita singkirkan sepenuhnya, secepatnya, tanpa kompromi. Jika kita menelusuri lebih jauh, ternyata iri hati termasuk salah satu dari keinginan daging yang berlawanan dengan keinginan roh, yang dapat menyebabkan kita kehilangan bagian dalam Kerajaan Allah (Galatia 5:19-21). Iri hati berada dalam kategori yang sama dengan dosa-dosa yang kita anggap "lebih serius" seperti percabulan, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir dan sebagainya. Alangkah sayangnya jika kita sudah bersusah payah menghindari dosa-dosa itu, namun kita berkompromi pada iri hati yang menyelinap secara diam-diam.

Sudah waktunya bagi kita untuk berhenti mengijinkan iblis membawa kegelapan pada hidup, pekerjaan dan pelayanan kita lewat hal-hal yang seolah ringan seperti iri hati. Adalah bagus jika kita sudah menjauhi dosa-dosa yang berat, tapi alangkah lebih baiknya apabila kita pun memperhatikan dengan seksama segala hal-hal negatif yang mungkin terlihat kecil tapi berpotensi untuk menjerumuskan kita ke dalam kehancuran. Buang dan jauhkanlah segala bentuk iri hati terhadap orang lain agar kita tidak harus menanggung konsekuensi berat sebagai hukuman atas sikap kita.

Membiarkan rasa iri sama dengan membuka pintu masuk bagi berbagai dosa untuk menghancurkan kita


Berdoalah Dengan Sederhana

Matius 6:7

"Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Tuhan. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan."



Ada seorang teman yang bertanya, "bagaimana sih cara berdoa"? Dia mengaku jarang berdoa karena tidak pandai merangkai kata. "saya bukan pengarang, saya tidak puitis, untuk menyampaikan perasaan lewat kata-kata sulitnya setengah mati", kira-kira begitu keluhannya. Begitulah, banyak orang yang berpikir bahwa jika di dunia ini seringkali dibutuhkan kepandaian merangkai kata penuh bunga-bunga untuk menghadapi orang penting, apalagi jika mereka harus berkata-kata pada Tuhan, Pemilik seluruh bumi dan isinya. Saya jadi ingat ada seorang teman ketika saya masih duduk di bangku SMA, setiap harinya dia mengkonsep dulu doanya di atas kertas. "biar tidak ada yang ketinggalan dan kata-katanya bagus", itu selalu menjadi alasannya. Belum lagi kalau kita tengah berada dalam pergumulan berat, terkadang kata-kata saja pun sulit untuk keluar dari mulut kita, apalagi jika ditengah beban itu kita harus berpikir untuk merangkai kata-kata dengan indah atau mencari kosa kata puitis yang sulit-sulit. Repot kan? Ada juga yang terus menerus mengulang-ulang kata-kata dalam doanya, seolah-olah terus mengingatkan Tuhan supaya tidak sampai lupa. Atau ada juga yang menjadi minder karena membandingkan doanya dengan doa pendeta yang biasanya mengutip firman Tuhan dan tersusun dengan rapi. Padahal semua tidaklah harus demikian, tidak dibutuhkan otak yang puitis agar Tuhan mendengar doa kita, Tuhan tidak pernah menuntut kerumitan susunan kata, atau harus pakai ejaan sesuai kaidah bahasa yang benar.

Tuhan Yesus sendiri mengajarkan bahwa doa jangan sampai bertele-tele. Tuhan tidak pernah menilai doa kita lewat keindahan kata atau jumlah pemakaian suku kata dalam sekali doa. Mengapa demikian? "..karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya" (Matius 6:8). Tuhan pun berfirman "manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati. "(1 Samuel 16:7). Tuhan tidak mementingkan apa yang dilihat manusia, tetapi Dia melihat hati kita. Kerendahan hati, penyerahan diri total, kesederhanaan dan tampil jujur apa adanya, itulah yang penting. Bagi yang ingin bertobat, akui segala kesalahan dengan jujur. Bagi yang punya beban, katakan beban kita dan mohonlah pada Tuhan dengan kesederhanaan dan kejujuran untuk menguatkan kita. Jangan lupa menyampaikan ucapan syukur, baik lewat kata-kata, nyanyian pujian maupun penyembahan. "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur." (Filipi 4:6). Dan yang penting, berdoalah dalam nama Yesus. "...supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu." (Yohanes 15:16) ; "..dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya." (ay 14:13-14). Mengapa demikian? Karena Yesuslah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa jika tidak melalui Dia (ay 14:6). Bagi yang bisa berbahasa Roh silahkan berbahasa Roh, karena Roh bisa membantu kita untuk menyampaikan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan (Roma 8:26). Yang penting, carilah tempat tenang dimana kita tidak terganggu dengan hiruk pikuk di sekitar kita, datanglah kepada Bapa dengan segala kerendahan hati dan kejujuran, berdoa dengan iman, berikan ucapan syukur sebagai persembahan terbaik bagi Dia, dan lakukan dalam nama Yesus.

Just be simple, just be yourself. Tidak perlu berpikir terlalu rumit, tidak perlu bertele-tele, karena Tuhan melihat hati kita. Pengkotbah juga mengingatkan kita: "Janganlah terburu-buru dengan mulutmu, dan janganlah hatimu lekas-lekas mengeluarkan perkataan di hadapan Allah, karena Allah ada di sorga dan engkau di bumi; oleh sebab itu, biarlah perkataanmu sedikit" (Pengkotbah 5:1). Doa bukanlah kompetisi merangkai kata, menyusun kata puitis dan dramatis, dan bukan pula sebuah hafalan. Doa pun bukanlah sebuah formalitas atau sekedar ritual, seremonial, sementara hati seseorang sebenarnya tidak tertuju padaNya. yang Tuhan sungguh mengenal setiap ciptaanNya. Dia tahu apa yang kita alami dan rasakan, Dia tahu hati kita. Karena itu, berdoalah dengan cara seperti adanya diri kita sendiri, tidak perlu meniru gaya orang lain, apalagi pura-pura. Doa adalah sebuah anugrah yang luar biasa, anugrah berupa kesempatan dimana kita bisa menghampiri tahta kasih karunia, menghampiri Bapa dan berkomunikasi atau berhubungan secara timbal balik denganNya. Jadilah diri anda sendiri, berdoalah dengan sederhana dan jujur, dan sembahlah Dia dalam roh dan kebenaran. "Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." (Yoh 4:24)

Just be simple and be yourself honestly in every prayers you make


Sehat, Cantik, Awet Muda Dengan Buah-buahan

   
  Buah-buahan tropis yang harganya murah, mengandung berbagai zat berkhasiat untuk kecantikan, kesehatan, dan awet muda. Itu sebabnya, menurut hasil riset, orang-orang yang tinggal di daerah tropis lebih awet muda dibanding orang-orang barat. Berikut ini beberapa buah tropis berkhasiat. Jambu biji untuk awet muda. Sebuah studi terkini USDA menemukan, jambu biji mengandung antioksidan paling tinggi disbanding buah lainnya. Senyawa-senyawa di dalam jambu biji berkhasiat menetralisir toksin seperti polusi dan bahkan asap rokok, sehingga toksin ini tidak merusak sel, membantu mencegah penuaan dan penyakit. Buah kiwi untuk kecantikan kulit Hanya makan 1 buah kiwi memberikan 95% angka kecukupan gizi vitamin C yang diperlukan setiap hari. Vitamin C meningkatkan kolagen, sejenis protein yang menghaluskan kulit dan menguatkan jaringan penghubungnya. Buah yang kulitnya berbulu ini juga kaya vitamin E, antara lain berkhasiat melembabkan lapisan permukaan kulit sehingga kulit tampak cerah dan mulus. Mangga mencegah kanker Para ahli heran, mengapa orang-orang Maori mempunyai angka kasus kanker yang lebih rendah dibanding penduduk Selandia Baru yang lainnya. Dari penelitian para ahli menemukan, orang-orang Maori banyak menkomsumsi mangga yang mempunyai khasiat antikanker. Sebagian besar khasiat ini berasal dari gallic acid, sejenis antioksidan ampuh yang mencegah terbentuknya sel-sel kanker. Kelapa membantu menurunkan berat badan.
Kedengarannya aneh memang, buah kelapa yang mengandung minyak dapat membantu menurunkan berat badan. Khasiat ini berasal dari lemak khusus yang disebut medium chain triglycerides (MCT) yang meningkatkan energi, menstabilkan gula darah dan membantu mengeluarkan lemak dari liver. Riset menemukan, MCT dapat meningkatkan metabolisme pembakar lemak sampai 50%. Pepaya mencegah kembung Para ahli menemukan, papaya kaya papain, sejenis enzim yang membantu memecah protein yang sulit dicerna. Hal ini mencegah gas dan kembung, serta mengatasi gangguan pencernaan. Markisa membuat lebih mudah tidur. Markisa kaya vitamin-vitamin B yang menenangkan dan potassium yang merilekskan system syaraf. Orang-orang Amerika Selatan secara tradisional makan markisa untuk membantu tidur. Bahkan menurut mereka, makan 1 buah markisa sebelum tidur bisa membuat mimpi indah. Nanas untuk mengatasi sakit dan nyeri. Nanas kaya bromelain, sejenis enzim yang mengurangi inflamasi dan pembengkakan, mengurangi symptom arthritis dan bahkan membantu jaringan yang luka lebih cepat sembuh. Nanas juga kaya antioksidan dan vitamin C yang membantu mengatasi inflamasi.

Cara Membuat Pancake dengan Berbagai Rasa

 
Pancake umumnya berbentuk agak bulat kecil, sedikit gemuk di tengah. Saat dimasak, bentuk permukaannya menyerupai kue surabi, berlubang-lubang. Sangat cocok sebagai kudapan untuk anak kecil. Silahkan dicoba:

Bahan:
  • 100 gram tepung terigu protein sedang (Segitiga Biru)
  • 30 gram susu bubuk
  • 30 gram gula pasir
  • 200 mL susu cair full cream
  • 30 gram margarin, dicairkan
  • 1 butir telur ayam (suhu ruang), dikocok lepas
  • 1 sendok makan baking powder
  • Bahan isi :
  • keju parut secukupnya
  • selai nenas
  • selai stroberi

Cara Membuat:
  1. Campurkan tepung terigu, susu bubuk, gula pasir hingga tercampur rata.
  2. Masukkan telur ayam yang sudah dikocok, tambahkan susu cair dan margarin yang sudah dicairkan.
  3. Beri baking powder lalu aduk hingga benar-benar tercampur rata.
  4. Panaskan wajan kecil khusus pancake. Beri minyak sedikit saja.
  5. Kemudian dadar adonan pancake di atas api yang sangat kecil.
  6. Setelah seluruh permukaannya berlubang dan pinggirnya sedikit keras (baca: mudah untuk dibalikkan), baru dibalik dan dimasak sebentar saja.
  7. Lakukan hal ini hingga adonan habis.

Cara penyajian :
  1. Beri selai nenas atau selai stroberi pada permukaan pancake yang berlubang-lubang.
  2. Tambahkan sedikit keju parut di tengahnya. Lalu tutup dengan pancake lagi di atasnya.
  3. Bagi yang sangat suka keju, bisa diisi dengan keju parut saja dan taburi dengan susu kental manis.

Tips :
- Memasak pancake harus dengan api yang sangat kecil, agar tidak cepat matang alias gosong.
- Gunakan wajan teflon yang memang dikhususkan untuk membuat pancake.
- Setiap akan membuat dadar pancake, jangan lupa beri 1/2 sendok teh minyak goreng ke atas wajannya. Ini dimaksudkan agar pancake tidak lengket dan mudah untuk dibalik.
- Gunakan sendok yang pipih, datar dan tipis untuk membalik pancake.
- Adonan pancake yang sudah siap, sebaiknya dituangkan ke dalam cangkir yang ada "mulut"-nya. Ini dimaksudkan agar dapat dengan mudah saat menuangkan pancake di atas wajan dan pancake yang dihasilkan pun dapat terorganisir hingga bisa menjadi tipis dan rata.

Jus Kacang Hijau

  •  
  •  Bahan
  • 250 gram kacang hijau
  • 750 mL air, untuk merendam kacang hijau
  • 1 L air, untuk merebus kacang hijau
  • 500 gram gula pasir putih
  • 2,5 L air hangat, untuk menggiling kacang hijau
  • 5 cm jahe, dikeprak
  • 3 lembar daun pandan
  • 1/3 sendok teh garam
Cara membuat: :
  1. Kacang hijau dicuci lalu dibuang biji yang mengapung. Rendam dengan air 750 mL selama kurang lebih 4 jam. Cuci bersih dan tiriskan. Sisihkan.
  2. Rebus kacang hijau dengan air sebanyak 1000 mL hingga lunak kira-kira 15-20 menit.
  3. Siapkan blender, masukkan sepertiga bagian kacang hijau ke dalamnya, beri air hangat 1000 mL dulu. Giling hingga halus lalu saring. Sisihkan ampasnya.
  4. Sekarang masukkan lagi sepertiga kacang hijau ke dalam blender. Beri air hangat 1000 mL lagi, giling hingga halus, saring, sisihkan kembali ampasnya.
  5. Terakhir, masukkan sisa sepertiga bagian kacang hijau ke dalam blender, beri air hangat 500 mL, giling hingga halus, saring, sisihkan ampasnya.
  6. Semua ampas kacang hijau digabungkan lalu disaring menggunakan kain untuk diambil sarinya. Satukan dengan sari kacang hijau yang sudah diblender tadi.
  7. Rebus sari kacang hijau bersama gula pasir putih dengan api sedang.
  8. Tambahkan jahe, daun pandan dan garam.
  9. Aduk-aduk hingga mendidih, lalu kecilkan api, aduk terus secara perlahan dan masak hingga 15 menit.

 
Powered by Blogger
SELAMAT DATANG DI RESEP DAN ARTIKEL | DAPATKAN RESEP-RESEP MASAKAN MINUMAN KUE MAKANAN INDONESIA ASIA EROPA DAN ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK LAINNYA (di) sini (ANDA BISA PASANG IKLAN DI SINI) | TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA SALAM SUKSES SELALU GBU ALL